KAPITALISME GLOBAL, BENCANA ALAM DAN KEDATANGAN KRISTUS
Presiden Venezuela Hugo Chaves menuding kapitalisme global telah menyebabkan bencana bagi dunia, termasuk gempa bumi yang memorak- porandakan India, Pakistan, dan Afghanistan, serta tanah longsor yang melanda Amerika Selatan dan Meksiko.
Berbicara dalam program televisi dan radio mingguan Hello, Mr President, figur kontroversial itu menilai bencana-bencana tersebut adalah jawaban alam terhadap model kapitalisme global.
"Model ini menghancurkan dunia. Dunia dalam bahaya. Tidak pernah terjadi bencana, badai, kekeringan, hujan deras seperti ini. Ini luar biasa. Dunia betul- betul kehilangan keseimbangan," katanya.
Sebelumnya, presenter televisi Pat Robertson, yang pekan lalu menyerukan pembunuhan Chaves, mengatakan bencana alam tersebut mengarah kepada akhir dunia dan kedatangan kembali Yesus Kristus.
Peristiwa-peristiwa ini mulai sering terjadi," ujar Robertson kepada CNN, mengomentari bencana gempa bumi yang menewaskan ribuan orang di Asia Selatan dan badai yang mengamuk di Amerika Serikat belum lama ini.
Sedangkan di mata putri pahlawan revolusi Kuba Ernesto "Che" Guevara, Aleida Guevar march, presiden beraliran kiri yang paling berani menyerang kedigdayaan AS ini adalah sebuah harapan baru.
"Hugo Chaves saat ini bisa menjadi alternatif, sebuah kemungkinan. Tetapi bila Anda melihat evolusi Revolusi Bolivarnya, Anda akan melihat keadaan telah memaksanya menjadi menjadi semakin radikal karena tekanan AS," ujarnya dalam wawancara terkait dengan 38 tahun meninggalnya Che Guevara.
Program politik Chaves bersumber pada ‘Sang Pembebas’ Amerika Latin Simon Bolivar. Pahlawan asal Spanyol ini menyerukan Amerika Selatan untuk bersatu.
Pada kesempatan itu, Aleida juga mengatakan sosialisme masih mungkin tumbuh di Amerika Latin. Dia juga mengatakan masih mungkin pula untuk mengusir sayap kanan dari wilayah tersebut, khususnya Bolivia, Ekuador, El Salvador, Meksiko, Nikaragua, dan Peru.
"Yang dibutuhkan hanya pisau bedah yang baik," Kata Aleida, 44, yang seperti juga ayahnya belajar kedokteran.
Che Guevara, yang lahir di Argentina, bergabung dalam revolusi Kuba yang dipimpin presiden Fidel Castro kini, untuk menggulingkan pemerintahan Havana pada 1959. Dia tewas saat mencoba mengekspor revolusi sosialis ke Bolivia.
Aleida menambahkan, AS telah melancarkan berbagai propaganda terhadap Kuba dan terhadap sosialisme yang menakutkan bagi banyak orang. "Chaves adalah harapan. Karena, Amerika Latin sangat takut pada sosialisme," ujarnya.