HANYA 1 PERSEN PEREMPUAN INDONESIA MERASA "CANTIK"
Penelitian komprehensif tentang perilaku perempuan di Asia menunjukkan bahwa hanya 1 persen perempuan Indonesia yang merasa dirinya "cantik". Dalam penelitian yang dilakukan tahun lalu itu, dipaparkan bahwa dibandingkan responden dari beberapa kota besar di Indonesia, para perempuan yang berdomisili di Medan merasa paling bahagia dalam banyak aspek kehidupannya. Aspek spiritualitas mengalahkan aspek sexiness dalam mendorong perempuan untuk merasa cantik, 9 dari 10 responden mengharapkan media menggambarkan perempuan dengan lebih baik.
Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 2000 perempuan di Asia mengungkapkan adanya perbedaan yang cukup tinggi dalam hal rasa percaya diri, pendapat tentang penampilan tubuh, serta arti kecantikan diantara perempuan dari negara-negara yang berpartisipasi. Penelitian yang diprakarsai oleh Dove ini bertajuk "Kenyataan sesungguhnya atas arti kecantikan di Asia: berdasarkan perilaku perempuan di Asia terhadap rasa percaya diri, penampilan tubuh, dan penggambaran media."
Dalam siaran pers yang disampaikan Ogilvy Public Relations Worldwide di Jakarta beberapa waktu lalu, disebutkan pula meskipun para perempuan di Asia merasa bahwa perempuan cantik memiliki kesempatan yang lebih besar dalam berbagai aspek kehidupan, hanya sedikit dari mereka yang merasa dirinya cantik. Dan ketika diminta untuk menggambarkan dirinya sendiri, hampir sepertiga menggambarkan bahwa diri mereka "sederhana atau alami", diikuti oleh selebihnya yang menyatakan bahwa mereka itu "biasa-biasa saja atau normal". Cukup mengejutkan bahwa ternyata di Indonesia, hanya 1 persen dari perempuan- perempuannya yang berani menyatakan dirinya "cantik".
Beberapa faktor utama penggerak rasa kepuasan (satisfaction drivers) dimulai dari penelusuran atas faktor penggerak rasa kepuasan dalam kehidupan seorang perempuan, ditemukan bahwa faktor-faktor penggerak tersebut berbeda-beda levelnya, tergantung negara tempat mereka tinggal.
Perempuan di Jepang ternyata memiliki tingkat rasa percaya diri dan kepuasan hidup yang rendah. Sementara di lain pihak, para perempuan di Indonesia menyatakan bahwa mereka jauh lebih bahagia di banding dengan perempuan lainnya dari berbagai negara lainnya di Asia. Pengecualian yang cukup signifikan terungkap pada aspek kecantikan, dimana perempuan Indonesia merasa tidak puas dengan kecantikan mereka, jika dibanding pengakuan dari para perempuan dari negara lain (termasuk Singapura, Korea, Malaysia, Cina dan Filipina).
Jika melihat lebih khusus diantara responden perempuan di Indonesia, para perempuan dari Medan menyatakan diri mereka paling bahagia dalam banyak hal, sementara perempuan yang berasal dari Bandung memberikan penilaian yang lebih rendah dibanding perempuan dari kota-kota lainnya atas beragam aspek kehidupannya.
Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan Tuhan dipuji-puji.
Amsal 31:30