BANGUNLAH GEREJA SEJATI
Anda mungkin mengamati gejala ini! Sekalipun gedung-gedung gereja dibakar disana-sini, tetapi orang Kristen dimana-mana tidak pernah jera membangun gedung gereja yang megah dan wah!
Kita harus sadar bahwa gereja Tuhan tidak sama dengan gedung gereja. Gedung gereja hanyalah sarana untuk bersekutu dengan jemaat Tuhan yang lain; pokok dari gereja Tuhan adalah manusianya.
Sayangnya, salah kaprah tentang makna gereja yang sejati terus bergulir dan sudah sulit dihentikan meskipun di setiap zaman gereja dirampas dan dibakar.
Dalam konsepsi Perjanjian Lama, untuk bertemu Tuhan, manusia harus datang ke Bait Allah, namun ternyata konsep itu tidak mampu membawa manusia kembali dan berdamai dengan Allah. Karena itu, untuk apa kita membangun gedung gereja begitu megah, padahal gereja Tuhan yang sejati di sekitar kita menderita?
Yang perlu kita ingat, pada hari penghakiman Allah kelak, yang akan diadili adalah manusia dan bukan gedung gerejanya.
Mari kita renungkan, mengapa Allah "mengijinkan" penderitaan melanda jemaat? Karena kita terlalu cinta diri, angkuh, dan tidak lagi memiliki solidaritas terhadap gereja Tuhan yang menderita.
Jika kita cermati khotbah tentang akhir zaman dalam Markus 13:1-2 dan kenyataan kekristenan saat ini, akan tampak sekali bahwa kita telah menganggap Yesus "dungu". Mengapa? Mari kita renungkan dengan jernih tanggapan Yesus terhadap pendapat salah seorang murid-Nya, "Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya, " Guru, lihatlah betapa kokohnya batu- batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!" Lalu Yesus berkata kepadanya, "Kau lihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.". Tragis memang, sebab gereja telah mengondisikan manusia hina teralienasi dari gereja kontemporer.
Mengapa Yesus justru menubuatkan kehancuran gedung Bait Allah yang megah dan kokoh itu? Karena Yesus tahu bahwa pada hari kedatangan-Nya. Semua gedung gereja. Akan ditinggalkan seperti sampah yang tidak berguna.
Mengapa para hamba Tuhan yang tahu bahwa gedung gereja adalah manusia, tetap berupaya membangun gedung megah dan mengabaikan jemaat Tuhan yang menderita? Kalau kita berpikir jernih, akan tampak jelas bahwa dibalik pembangunan gedung gereja yang kokoh dan megah, kita sesungguhnya sedang membangun kerajaan dan keangkuhan kita sendiri dan pada sisi lain kita ingin mengatakan bahwa Yesus "bodoh".
Membangun gereja sejati di tengah zaman yang semakin pongah dan cinta diri ini sungguh tidak mudah, namun jika kita taat kepada setiap perintah dan kebenaran Firman Allah, gereja Tuhan pasti akan mengalami pembaruan dari Roh Kudus.
Saat ini gereja Tuhan banyak yang sudah serupa sarang penyamun dan menjadi tempat mencari keuntungan dengan mengabaikan gereja Tuhan yang sejati. Keberhasilan membangun gedung megah atau kantor sinode dengan biaya miliaran rupiah bukanlah sebuah sukses di ladang pelayanan, melainkan lebih merupakan kekalahan gereja sebab dengan mudahnya menyerahkan diri kepada dewa konsumerisme di tengah-tengah penderitaan jemaat.
Judul: PIJAR-PIJAR REFORMASI
Pengarang: Rudy N. Asa
Penerbit: Yayasan Andi
Halaman: 71-79