Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2)
Tidak ada perubahan tanpa pembaruan pikiran karena kendali dari banyak aspek kehidupan kita ada di pikiran. Bahkan medan tempur paling genting dalam seluruh pergumulan hidup dan keseharian kita umumnya terjadi di dalam pikiran. Itulah sebabnya Tuhan suruh kita “berubahlah” sekaligus Dia memberikan kuncinya pada kita “oleh pembaharuan budimu.”
Dalam konteks proses naturalnya, bagaimana hal itu dapat terjadi?
Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa sebuah ide baru harus diulang sebanyak 29 kali untuk bisa menciptakan “jalan” atau “jembatan” neural (syaraf), artinya itu selanjutnya akan menjadi bagian dari pikiran kita. Hasil penelitian lainnya mengatakan bahwa ide-ide baru harus didengar rata-rata 4 kali supaya bisa tertanam dan 30 kali atau lebih supaya bisa mengubah jalan pikiran kita. Pembaharuan pemikiran kita merupakan sebuah proses yang jauh lebih lambat, lebih membosankan daripada yang dipikirkan banyak orang. Itulah sebabnya, Alkitab sendiri begitu berlebih dalam mengulang banyak pelajaran secara berkali-kali. Inilah juga alasannya mengapa atlet-atlet yang sukses melakukan latihan yang sama terus menerus, berulang-ulang selama masa mereka masih tetap menjadi atlet yang sukses di bidangnya masing-masing. Begitulah caranya pikiran kita dibentuk sedemikian rupa untuk mengerjakan apa yang harus kita kerjakan dan untuk menjaga kita supaya tetap ada di jalurnya.
Mari kita memohon inspirasi dan pewahyuanNya….minta Dia menyiraminya, maka Ia akan melakukannya—berulang-ulang membanjiri pikiran kita dan kita merenungkannya siang dan malam. Hal ini diperlukan jika kita menjadi pelaku-pelaku Firman, berbuah, dan mencapai tujuan mengapa kita ada di dalam dunia ini sekarang. Jelaslah efek dari semua proses perenungan sabda Tuhan ini adalah supaya “perjalananmu akan berhasil dan kamu akan beruntung.” (Yosua 1:8)












