<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cornelius Wing</title>
	<atom:link href="http://www.corneliuswing.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.corneliuswing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Nov 2011 07:28:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Ketidakseimbangan Pintu Kepada Penyesatan</title>
		<link>http://www.corneliuswing.com/487/</link>
		<comments>http://www.corneliuswing.com/487/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 07:45:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kowing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Newest]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.corneliuswing.com/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Benar! Pada kenyataannya seringkali ketidakseimbangan merupakan awal dari segala macam bentuk penyimpangan dan ketidaknormalan. Tepat di faktor kita tidak seimbang biasanya di titik itulah kita secara perlahan namun pasti sedang mengarah kepada kegagalan, kemunduran, kejatuhan hingga kehancuran. Terlalu banyak makan dan kurang berolahraga atau terlalu banyak bekerja lupa istirahat yang cukup adalah bentuk ketidakseimbangan. Berambisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Benar! Pada <strong>kenyataannya seringkali ketidakseimbangan merupakan awal dari segala macam bentuk penyimpangan dan ketidaknormalan</strong>. Tepat di faktor kita tidak seimbang biasanya di titik itulah kita secara perlahan namun pasti sedang <strong>mengarah kepada kegagalan, kemunduran, kejatuhan hingga kehancuran.</strong></p>
<p>Terlalu banyak makan dan kurang berolahraga atau terlalu banyak bekerja lupa istirahat yang cukup adalah bentuk ketidakseimbangan. Berambisi memimpin tetapi sedikit melayani dan menjadi bapa ; belajar banyak soal kasih tetapi tidak mengalami banyak soal kuasa; belajar dan membaca banyak tapi tidak menghidupi dan mengalami banyak; sarat dengan teori tetapi tidak bertumbuh dalam pengalaman dan kebijaksanaan; terlalu banyak berkotbah di mimbar tetapi tidak berbagi hidup dengan “pendengar”, membangun banyak pelayanan sosial namun kehilangan gairah dan keberanian memenangkan jiwa; sangat nge”roh” tapi sama sekali tidak memakai akal budi yang sudah diperbarui; mengumpulkan massa tapi tidak pernah menyentuh secara pribadi dan mendalam seperti Yesus; memuji Tuhan dengan nyanyian tetapi mendukakan Roh Tuhan dalam keseharian; aktif kebaktian tetapi tidak berprestasi dalam pekerjaan dan tidak membangun kesaksian di market place; melepaskan berita-berita pemulihan tetapi lupa membagikan pesan misi penjangkauan jiwa; sangat giat dalam pelayanan tetapi keluarga hancur berantakan; dan masih banyak lagi bentuk-bentuk ketidakseimbangan lainnya.</p>
<p>Efesus 4:15 menuliskan: “tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita <strong>BERTUMBUH di dalam SEGALA HAL ke arah Dia</strong> , Kristus yang adalah Kepala.” <strong>Bertumbuh dalam segala hal !</strong> Itu konsep kepenuhan dan keseimbangan. Mereka yang bertumbuh tangannya tetapi tidak bertumbuh kakinya adalah abnormal dan terlihat seperti monster. Yesus sendiri menyatakan: “Karena itu haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna (Matius 5:48). <strong>Sempurna itu mungkin. Jika tidak mungkin maka Yesus tidak pernah akan mengatakannya. Kalau Dia yang menyatakannya maka Dia tahu kita berpeluang mengalaminya</strong>. Dia tahu apa yang Dia katakan. Kata “sempurna” dalam kamus bahasa Indonesia berarti: “utuh, lengkap, tidak ada kurang.” Dalam bahasa Gerika kata “sempurna” itu ditulis “teleios” yang artinya: ”lengkap”. <strong>Saat kita tidak hidup dan berpikir serta berlaku lengkap maka itu sama artinya dengan tidak seimbang; memikirkan dan mengerjakan yang satu namun tidak dengan hal yang lainnya</strong>.</p>
<p><strong>Jelaslah bahwa ketidakseimbangan dan ketidaklengkapan adalah ketidaksempurnaan</strong>. Allah yang sempurna menyebut diriNya “KITA” (Kejadian 1:26) dan juga “KAMI” (Yohanes 14:23). “Kami” atau “Kita” yang dimaksudkan olehNya itu adalah Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Itulah esensi ke-Allah-an yang menyatakan diriNya sempurna. <strong>Kesempurnaan itu meliputi kompleksitas dari hubungan semua unsur-unsurnya!</strong> Bagaimana mungkin menerima sang Anak tetapi menolak pekerjaan RohNya? Bagaimana pula penjelasannya kalau kita mengakui Bapa Tuhan di sorga tetapi tidak mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan yang diutusnya untuk menyelamatkan kita? <strong>Ketidaklengkapan dan ketidakseimbangan berarti kegagalan melihat seluruh konteksnya</strong>. <strong>Maka ketidaklengkapan dan ketidakseimbangan sama artinya dengan ketidaksempurnaan</strong>. Sempurnalah kamu seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. Pada konteks ini akhirnya saya juga percaya bahwa <strong>kita tidak dapat sempurna tanpa yang lain</strong>. Kita tidak pernah dilahirkan untuk hidup sendirian dan bersifat soliter. Kita “mahkluk komunitas”. Kita diciptakan segambar dengan Allah. Kalau Allah yang sempurna menyatakan diriNya sebagai KITA dan KAMI maka jelaslah bahwa pada konteks itulah kita segambar dengan diriNya. Seharusnyalah kita berkomunitas seperti Dia dalam ketritunggalanNya yang sempurna. Iblis tidak mampu ada di titik ini karena dia makhluk independen. Gaya hidup &#8220;sendirian&#8221; dan  independen bukanlah gaya hidup Allah tapi menunjuk kepada sifatnya iblis. Kita sempurna karena yang lain. Kita tidak pernah bisa sempurna tanpa yang lain. <strong>Kesulitan kita untuk menyatakan “ke-kita-an” dan “ke-kami-an” adalah ketidakserupaan dengan Allah sendiri yang dalam kesempurnaanNya justru menyebut dirNya  KAMI dan KITA.. Disaat yang sama pula kita sedang menjauhi potensi-potensi untuk “sempurna seperti Bapa” dalam kekuatan dan kuasa kehidupan jika kita tidak hidup seperti Dia hidup.</strong></p>
<p>Keseimbangan dan kelengkapan berarti juga meliputi semua unsur dan bidang kehidupan. Keseimbangan panggilan misalnya. Kita sebagai pribadi dan gereja dipanggil untuk memenuhi tiga panggilan utama kita: yang pertama-tama menyembah Dia dengan seluruh hidup kita, lalu juga panggilan saling mengasihi dan saling menyempurnakan sebagai gerejanya kemudian panggilan berikutnya adalah panggilan memuridkan bangsa-bangsa. Demikian pula dengan keseimbangan kehidupan pribadi. Firman Tuhan menuliskan dalam 1 Tesalonika 5:23 :”Semoga Allah damai sejahtera <strong>menguduskan kamu SELURUHNYA dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu TERPELIHARA SEMPURNA dengan tak bercacat</strong> pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.” <strong>Kita dikuduskan bukan hanya sebagian tetapi SELURUHNYA</strong>. Banyak dari kita memperhatikan pertumbuhan kerohanian dan kejiwaan tetapi tidak peduli kesehatan tubuh dan kebugaran. Tidak seimbang! Padahal target Tuhan di ketiga area itu adalah sempurna dan tak bercacat cela. Apakah anda berolahraga, makan sehat dan istirahat serta tidur dengan cukup sebagai tiga pilar hidup sehat secara jasmani? Demikian juga sebaliknya, hanya pintar dan sehat tapi “kosong” dalam kerohanianpun akan seperti seonggok daging hidup tanpa kehidupan. Roda kehidupan kita harus memiliki jari-jari yang sama panjang dan seimbang karena jika tidak maka roda kehidupan tidak akan menggelinding lancar dan sempurna&#8230;tidak cepat dan akan menjadi berat berputar. Apa roda kita bulat dengan jari-jari roda yang panjangnya seimbang? Pertanyakan 6 area penting “jari-jari” dari roda kehidupan anda ini, apakah semua lengkap dan seimbang, apakah bertumbuh dan kuat:  (1) pendidikan dan pemikiran  (2) kesehatan jasmani (3) kerohanian dan etika  (4) keluarga  (5) sosial  (6) pekerjaan dan keuangan. Itulah contoh-contoh area dalam hidup yang perlu keseimbangan dan masih banyak hal lain lagi.</p>
<p>Paulus berkata:”Sebab aku tidak lalai <strong>memberitakan SELURUH MAKSUD Allah</strong> kepadamu.” (Kisah 20:27). Dia memahami perlunya kita menangkap lengkap dan seimbang. Sekali lagi, kesempurnaan dibangun oleh kelengkapan semua unsur-unsurnya&#8230;tidak lengkap berarti tidak sempurna&#8230;.seperti Tuhan yang sempurna dan lengkap menyebut unsur-unsur diriNya dengan:  “KITA” dan “KAMI”&#8230;..Bapa dan RohNya tanpa PutraNya bukanlah Allah yang sempurna seperti yang kita pahami dan yakini. Demikian juga Allah yang berkasih karunia di saat yang sama pula Dia juga menegakkan hukum-hukumNya&#8230;..Dia penuh kuasa tetapi juga sarat dengan cinta&#8230;.Dia benci dosa tetapi mengasihi dan menebus si pendosa&#8230;Itulah kesempurnaanNya!</p>
<p>Marilah menjadi sempurna, lengkap dan seimbang! Kita tidak perlu gagal, jatuh dan hancur karena pelanggaran prinsip keseimbangan ini. Keep winning.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.corneliuswing.com/487/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shepherding Church ?</title>
		<link>http://www.corneliuswing.com/shepherding-church/</link>
		<comments>http://www.corneliuswing.com/shepherding-church/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 04:47:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kowing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Newest]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.corneliuswing.com/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[Saya percaya bahwa di hari-hari ke depan ini orientasi gereja Tuhan,  terutama di Indonesia, akan segera mengalami perubahan fokus secara kuat dan mendasar.  Yang saya maksudkan bukanlah perubahan kecil dan tambal sulam. Tapi perubahan fundamental dalam paradigma, struktur dan orientasi dalam bergereja. Perubahan orientasi yang saya maksudkan adalah dari &#8220;berkutat di dalam&#8221; menjadi &#8220;berkarya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya percaya bahwa di hari-hari ke depan ini orientasi gereja Tuhan,  terutama di Indonesia, akan  segera mengalami <strong>perubahan fokus secara kuat dan mendasar</strong>.  Yang saya maksudkan bukanlah perubahan kecil dan tambal sulam. Tapi perubahan fundamental dalam paradigma, struktur dan orientasi dalam bergereja. Perubahan orientasi yang saya maksudkan adalah dari &#8220;berkutat di dalam&#8221; menjadi &#8220;berkarya di luar&#8221;. Sekali lagi maksud saya adalah <strong>pergeseran yang besar, signifikan dan strategis.</strong></p>
<p>Sewaktu seluruh energi dipakai habis-habisan HANYA untuk  memelihara dan memperbaiki ritual mingguan yang meng-entertaint (&#8220;menghibur&#8221;) orang, dengan alasan &#8220;menumbuhkan&#8221; semua yang ada di  dalam empat dinding gereja, dan terjebak di dalam pekerjaan penggembalaan internal  melulu maka tidak ada lagi kekuatan yang tersisa untuk berpikir bagi kota apalagi bangsa. Tak ada lagi yang  tersisa bagi dunia. Orientasi menjadi sangat ke dalam dan bersifat self  center. Kalaupun ada pekerjaan misi &#8220;keluar&#8221; itu hanyalah salah satu program alternatif dan bukan detak jantung utamanya&#8230;dan itu tidak seberapa kekuatannya dibandingkan dengan tekanan kuat perintah Yesus :&#8221;Pergilah&#8230;&#8221;&#8230;atau  &#8220;mengusahakan kesejahteraan kota&#8221;. Yang ada hanya sekedar bunga-bunga aktifitas sebagai sedikit obat rasa bersalah. Keadaan gereja yang demikian sudah barang tentu tidak mungkin dapat diajak oleh Tuhan <strong>untuk berpikir dan berjuang bagi  beban yang lebih besar dari itu</strong>&#8230;apalagi upaya-upaya &#8220;ke dalam&#8221;itu sudah menjadi perjuangan  tanpa akhir yang diwariskan dari generasi ke generasi. <strong>Kapan kita semua keluar dari &#8220;lingkaran setan&#8221; dan sindrom &#8220;total pastoring church&#8221; dan kemudian  mulai memenuhkan &#8220;destiny&#8221; kita menjadi &#8220;apostolic church&#8221; yang  perjuangannya akan  mengubah wajah dunia? </strong>Tentunya penggembalaan adalah tugas dan panggilan gereja juga namun menjadikannya seakan-akan sebagai &#8220;keseluruhan tugas&#8221;<strong> (umumnya terjadi namun tidak disadari)</strong> berarti <strong>kegagalan menangkap seluruh maksud Allah. Hati Allah adalah misi. Jika bukan itu muara dari keseluruhan pekerjaan kita maka jelaslah kita tidak sedang mengerjakan apa yang Bapa SEDANG kerjakan</strong>.</p>
<p>Gereja sebaiknya memiliki peran utamanya secara  internal sebagai <strong>pusdiklat (pusat pendidikan dan latihan)</strong>,  juga sebagai   <strong>mesin cetak</strong> manusia-manusia Kristus yang kemudian mengirimnya keluar ke marketplace  untuk  mengubah wajah dunianya&#8230; bukan sekedar memelihara orang-orang saleh yang tanpa karya dan makna bagi  lingkungannya dengan &#8220;semangat hari minggu&#8221; nya saja.  Jika peralihan dan  perpindahan orientasi Tubuh Kristus<strong> dari  &#8220;total shepherding&#8221;  (penggembalaan saja) kepada orientasi apostolic (pengutusan)</strong> ini tidak tertransisi  maka selamanya akan mengakibatkan  gereja tidak sanggup <strong>menuntaskan mandat  pemuridan bangsa-bangsa dan mandat budaya &#8220;memerintah&#8221; dunia. </strong></p>
<p>Karena &#8220;waktunya sudah hampir  habis&#8221; maka saya percaya <strong>gerakan Roh di hari-hari mendatang akan membalikkan  orientasi ini secara radikal dan fundamental</strong>. Bukan perubahan kecil dan sebagian.Keletihan dan kebingungan yang  hebat akan  melanda gereja-gereja  sebagai konsekuensi dari tidak  berpindahnya orientasi ke dalam menjadi keluar. Saya percaya juga bahwa akan ada lebih banyak lagi kemunculan ungkapan-ungkapan kepenatan :&#8221;Kami bosan ..Apalagi setelah yang ini nanti?..Kami  bingung dan kecapean..Kenapa semua menjadi kering? Dimanakah kebangunan rohani yang sejati dan langgeng?&#8221;.</p>
<p><strong>Gerakan apostolik  terbesar akan segera tiba yang akan mengkoreksi seluruh tatanan dan arah  tubuh Kristus sehingga dunia menerima kembali pengharapannya</strong>. Seperti tertulis dalam Roma 8:19: &#8220;Sebab dengan sangat  rindu <strong>seluruh makhkluk menantikan saat anak-anak Allah DINYATAKAN&#8221;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.corneliuswing.com/shepherding-church/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merlion Park</title>
		<link>http://www.corneliuswing.com/merlion-park/</link>
		<comments>http://www.corneliuswing.com/merlion-park/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 01:16:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kowing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.corneliuswing.com/merlion-park/</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[[SinglePic not found]
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.corneliuswing.com/merlion-park/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>israel_danau_galilea</title>
		<link>http://www.corneliuswing.com/israel_danau_galilea/</link>
		<comments>http://www.corneliuswing.com/israel_danau_galilea/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 09:40:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kowing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.corneliuswing.com/israel_danau_galilea/</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href="http://www.corneliuswing.com/wp-content/gallery/israel/israel_danau_galilea.jpg" title="" class="shutterset_singlepic32" >
	<img class="ngg-singlepic" src="http://www.corneliuswing.com/wp-content/gallery/cache/32__100x75_israel_danau_galilea.jpg" alt="israel_danau_galilea" title="israel_danau_galilea" />
</a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.corneliuswing.com/israel_danau_galilea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>depan-kuburan-lazarus-di-bethania</title>
		<link>http://www.corneliuswing.com/depan-kuburan-lazarus-di-bethania/</link>
		<comments>http://www.corneliuswing.com/depan-kuburan-lazarus-di-bethania/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 09:35:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kowing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.corneliuswing.com/depan-kuburan-lazarus-di-bethania/</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[[SinglePic not found]
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.corneliuswing.com/depan-kuburan-lazarus-di-bethania/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Transformasi, Kekayaan dan Kerajaan</title>
		<link>http://www.corneliuswing.com/transformasi-kekayaan-dan-kerajaan-1/</link>
		<comments>http://www.corneliuswing.com/transformasi-kekayaan-dan-kerajaan-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 15:06:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kowing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Newest]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Kekayaan Kerajaan transformasi marketplace]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.corneliuswing.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Saya meyakini bahwa penguatan dan perluasan manifestasi pergerakan Kerajaan Allah yang akan terus terjadi didorong kuat oleh karena 2 hal yaitu invasi besar- besaran gereja di marketplace dan juga &#8220;fenomena&#8221; yang disebut Alkitab &#8220;barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir&#8221; (era transfer kekayaan ) yang akan memperlengkapi gereja dan gerakan Kerajaan Allah untuk menuntaskan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya meyakini bahwa penguatan dan perluasan manifestasi pergerakan Kerajaan Allah yang akan terus terjadi didorong kuat oleh karena 2 hal yaitu<strong> invasi besar- besaran gereja di marketplace</strong> dan juga &#8220;fenomena&#8221; yang disebut Alkitab<strong> &#8220;barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir&#8221;</strong> (era transfer kekayaan ) yang akan memperlengkapi gereja dan gerakan Kerajaan Allah untuk menuntaskan misinya yang berbiaya untuk mengubah wajah dunia .</p>
<p>Tidak dapat disangkali bahwa gerakan Kerajaan Allah memerlukan sejumlah besar kekayaan dalam pelaksanaan mandat budaya &#8220;kuasai dan taklukkanlah&#8221; ; yang sering kita sebut dalam tataran teknis dengan istilah <strong>transformasi sosial</strong>.<strong> Kekayaan perlu berpindah dari sumber- sumber yang tidak punya hati, visi dan hidup bagi diri sendiri kepada komunitas Kerajaan Allah pelaksana mandat budaya yang melek visi dan misinya</strong>.</p>
<p>Masalah yang menonjol adalah kita tidak punya cukup dana untuk membuat perubahan dalam masyarakat; baik untuk pembiayaan semua &#8220;misi menjadikan bangsa-bangsa murid Kristus&#8221; maupun &#8220;misi mengurus bumi kita&#8221;. Maka <strong>gereja harus menguatkan dan mempertajam perannya di komunitas bisnis</strong> dan membantu komunitas ini untuk membangun usaha dan bisnis yang mampu &#8220;mewadahi barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir&#8221; ;  tentunya dalam konteks dan semangat Kingdom mindset.</p>
<p>Seperti kita ketahui sebagai pengetahuan umum bahwa sejarah bangsa-bangsa telah membuktikan mengenai 3 faktor yg paling berkuasa mengubah masyarakat yaitu: kekerasan, pengetahuan dan kekayaan. <strong>Tapi kenyataannya dibuktikan bukti bahwa yg terbesar adalah faktor kekayaan dengan dampak yang paling masif dan kuat daya ubahnya</strong>.</p>
<p>Beberapa tulisan akhir-akhir ini yang dikumpulkan dari para nabi yang integritasnya dan nubuatannya dihormati oleh Tubuh Kristus (termasuk diantaranya Chuck Pierce)  menyatakan bahwa:<strong> &#8220;Allah sangat ingin melepaskan kekayaan dalam jumlah yang besar untuk memajukan Kerajaan Allah.&#8221;</strong></p>
<p>Allah dan RohNya adalah kaya.<strong> Kemiskinan bukan esensi dari diriNya seperti halnya kejahatan bukan bagian dari diriNya</strong>. Kalaupun Yesus menjadi miskin itu karena Dia telah  memutuskannya supaya kita diperkaya oleh berbagai kebajikan dan kelimpahan. Mencukupkan diri dalam segala hal dan tidak cinta uang bukan berarti kita harus membuat diri kita miskin. Yesus telah menanggung semua kutuk kemiskinan kita. Dia menjadi miskin karena kita supaya kita mengalami semua berkat dan kekayaan sorgawi dan bangsa-bangsa. <strong>Kalo &#8220;esensi keadaanNya&#8221; adalah &#8220;kaya&#8221; maka tentunya kita sebagai putraNya dan umat tebusanNya ber-esensi sama!</strong> Meskipun ada waktu- waktu dalam kehidupan kita yang kita lalui dalam kondisi berkekurangan namun itu tidak menunjukkan tentang esensi keberadaan kita. Di dalamnya ada misteri dari maksud-maksud Allah, seperti misalnya: Allah ingin  membangun dalam hidup kita kekuatan melalui jalan salib, menanam dalam diri kita kebijaksanaan (&#8220;aku tahu apa itu kelimpahan dan kekurangan&#8221;, kata Paulus), juga alasan bahwa Tuhan akan melakukan peragaan mujizat penyediaannya dalam hidup kita atau juga dalam rangka pembentukan mentalitas serta karakter kita .</p>
<p><strong>Allah mau menempatkan kita di posisi sebagai penerima kekayaan untuk tujuan Kerajaan</strong>. Tentunya bagi orang-orang yang terikat oleh roh kemiskinan dan mentalitas yang salah tidak akan menjadi bagian dari janji dan pelaksana  tugas stewardship (pengelolaan) ini. Dia pemiliknya, kita pengelolanya. Dia ingin bekerjasama dengan umatNya yang murni dan telah mengalahkan kekuatan Mamon. <strong>Sudah waktunya masuk pada kualitas hidup dimana bukan lagi kita mengejar Mamon tetapi Mamon yang melayani kita demi maksud-maksud Kerajaan Allah. </strong></p>
<p>3 Yoh 1:2 menyatakan : &#8220;Saudaraku yang kekasih, aku berdoa semoga engkau baik-baik (prosper=makmur=kaya) dan sehat-sehat saja, sama seperti jiwamu baik-baik saja.&#8221;  Kata &#8220;prosper&#8221; dalam segala sesuatu menunjukkan <strong>adanya bentuk-bentuk kekayaan selain hal-hal rohani.</strong></p>
<p>Pergerakan transformasi sosial di seluruh dunia sekarang ini telah terbukti memberi pukulan telak kepada roh kemiskinan . Yesus berkata, &#8220;Roh Tuhan ada padaKu oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin (luk 4:18). Injil adalah kabar baik. Tetapi apa kabar yang terbaik bagi anda jika anda hidup jauh dibawah garis kemiskinan?  Tentunya jika anda tidak akan menjadi miskin lagi!</p>
<p>Gerakan transformasi sosial di seluruh dunia akhir-akhir ini telah meluaskan nilai-nilai dan gaya hidup Kerajaan Allah yang menembus seluruh lapisan masyarakat, kota, suku, dan bangsa-bangsa. Ungkapan doa Bapa kami &#8220;datanglah KerajaanMu&#8221; sungguh-sungguh memasuki penggenapannya yang utuh. Dan ungkapan berikutnya: &#8220;jadilah kehendakMu di bumi seperti disurga&#8221; memastikan kepada kita bahwa <strong>batas penuntasan mandat Kerajaan adalah digenapinya kehendak Allah di muka bumi yaitu dikembalikannya bumi seperti pada awal Tuhan menciptakannya (apokathistemi)</strong>. Di surga sendiri tidak ada antrian pembagian makanan karena kelaparan, banyaknya pramuwisma atau terlantarnya orang dalam keadaan sakit tanpa pertolongan karena tidak memiliki kartu asuransi kesehatan gratis . Tidak ada pemandangan seperti itu terlihat disana.</p>
<p>Gereja Tuhan hari-hari ini memerlukan rasul-rasul yang telah dibebaskan dari roh kemiskinan untuk beroperasi dengan penuh kekuatan di market place yang  menjadi fronliner dalam <strong>aksi &#8220;mengarahkan aliran kekayaan bangsa-bangsa&#8221; untuk masuk dalam pundi-pundi gereja yang mengubah dunia! </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.corneliuswing.com/transformasi-kekayaan-dan-kerajaan-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jam atau Kompas?</title>
		<link>http://www.corneliuswing.com/jam-atau-kompas/</link>
		<comments>http://www.corneliuswing.com/jam-atau-kompas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 07:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kowing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan membangun orang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.corneliuswing.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Dalam bukunya &#8220;First Things First&#8221;, Steven R.Covey menyatakan tentang 4 macam kuadran yang menggambarkan macam-macam manusia dalam hal menghidupi kehidupannya dan bekerja. Jenis yang pertama adalah manusia yang berada di area kuadran pertama yang berarti berfokus mengerjakan hal-hal yang &#8220;penting dan mendesak&#8221; (misal: membayar hutang yang jatuh tempo). Tiga tipe kuadran berikutnya adalah &#8220;penting tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam bukunya &#8220;First Things First&#8221;, Steven R.Covey menyatakan tentang 4  macam kuadran yang menggambarkan macam-macam manusia dalam hal  menghidupi kehidupannya dan bekerja. Jenis yang pertama adalah manusia  yang berada di area kuadran pertama yang berarti berfokus mengerjakan  hal-hal yang &#8220;penting dan mendesak&#8221; (misal: membayar hutang yang jatuh tempo). Tiga tipe kuadran berikutnya adalah &#8220;penting tetapi tidak mendesak&#8221; (mis: persiapan sebelum bekerja, istirahat, rekreasi, membaca, berdialog dengan pakar,merenung, dsb), &#8220;tidak penting tetapi mendesak&#8221; (mis: memperbaiki alat-alat keperluan rumah tangga yang kurang perawatan) dan &#8220;tidak penting dan tidak mendesak&#8221; (mis: membuang waktu dengan menggosip).</p>
<p>Kita  sering tidak waspada dan menyadari pentingnya hidup dalam kuadran:  &#8220;tidak mendesak tetapi penting.&#8221; Menurut Steven R.Covey, orang yang  sukses adalah orang yang hidup dalam kuadran &#8220;penting tetapi mendesak&#8221;. Orang-orang  sukses dalam kerja dan kehidupannya seringkali adalah orang yang  dipandu oleh &#8220;kompas&#8221; bukan &#8220;jam&#8221;&#8230;arah dan bukannya sekedar kepiawaian  manajemen waktu.</p>
<p>Saya setuju dengan pendapat tersebut. Kenyataannya sering saya lihat orang yang sangat sibuk tetapi sebenarnya tidak ada hal yang langgeng dan berkualitas yang sedang dia bangun.  Hanya sekedar sibuk. Mungkin orang-orang seperti itu berpikir bahwa  makin sibuk maka makin merasa sedang berbuat sesuatu yang efektif dan  mulia. Sementara hal tersebut sering tidak ada korelasinya, yaitu antara sibuk dan produktif.  Yang lebih disayangkan lagi jika ada jenis orang yang pergerakan  hidupnya, dengan kegiatan super sibuknya, hanya berdasar pada sasaran  dan motif yang tidak esensial.(mis: cinta uang). Jujur saja &#8220;virus&#8221;  tersebut sering terjangkit dalam area pelayanan Kristen.</p>
<p><strong>Mencontoh dari Yesus, maka Dia mendedikasikan seluruh masa pelayananNya untuk membangun orang, bukan pelayanan</strong>.  Dia jelas tidak malas namun seluruh waktunya sungguh-sungguh punya  arah, ber-visi, penuh esensi dan segala hal dalam hidupNya saling  terhubung untuk satu tujuan saja: dinyatakanNya Kerajaan BapaNya.</p>
<p>Bagi  pelayan-pelayan mimbar memang patut memperhatikan hasil penelitian  sebuah riset pertumbuhan gereja yang menyatakan bahwa kotbah mimbar  hanya memiliki pengaruh 20% saja dalam rangka mendukung tingkat  pertumbuhan rohani jemaat dan komunitas. Selebihnya memang urusan  mempersembahkan seluruh kehidupan, konsentrasi, waktu dan segala yang  kita punya bagi pekerjaan membangun orang-orang yang Bapa berikan kepada  kita. <strong>Lebih dari sekedar  berpikir sukses, maka seyogyanya kita harus mulai berpikir  suksesi&#8230;menginvestasikan seluruh hidup kita demi munculnya generasi  berikut yang lebih baik</strong>.</p>
<p>Doa Yesus sebelum Dia mati yang terdapat  di dalam Injil Yohanes pasal 17 adalah sebuah doa yang mengandung  laporan kepada BapaNya mengenai seluruh misi yang Dia emban selama di  dunia dan menariknya doa laporan tersebut bukan tentang semua aktifitas  berbagai macam pelayanan yang sudah Dia lakukan dari menyembuhkan banyak  orang sakit atau mengusir setan namun laporan  tersebut hanya berisi mengenai segala macam hal yang sudah Dia lakukan  terhadap muridNya selama Dia hidup dekat bersama mereka. Dalam  laporan melalui doaNya kepada BapaNya itu maka Dia berkata: &#8220;Aku telah  menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan padaKu..&#8221; Itulah arti  &#8220;menyelesaikan pekerjaan&#8221; bagi Yesus&#8230;<strong>Dia membangun orang-orang yang  Bapa berikan dan percayakan bagiNya!</strong></p>
<p>Adakah Anda sudah mempunyai  &#8220;orang-orang yang Bapa berikan&#8221; padamu? Dibangunkah mereka olehmu?  Sudahkah mereka ada dalam proses suksesimu? Kepada apa dan siapa kau  investasikan waktu berkualitasmu? Kesibukan seperti apakah yang Anda  miliki dan produktifkah itu jika dikaitkan dengan kehendak Allah dalam  hidupmu? Anda sedang menghidupi kuadran &#8220;mendesak tetapi tidak penting&#8221;  atau &#8220;penting tetapi tidak mendesak&#8221;? Kehidupanmu dipimpin dan  digerakkan oleh jadwal atau visi yang esensi? Anda berfokus pada &#8220;jam&#8221;  atau &#8220;kompas&#8221;?</p>
<p>&#8220;Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.&#8221; (Mazmur 90:12).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.corneliuswing.com/jam-atau-kompas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Makan&#8221; Yesus</title>
		<link>http://www.corneliuswing.com/makan-yesus/</link>
		<comments>http://www.corneliuswing.com/makan-yesus/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 06:45:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kowing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[melayani membagi kehidupan bukan sekedar tanda-tanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.corneliuswing.com/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepadaNya: Rabi, bilamana Engkau tiba di sini? Yesus menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang&#8230;.Kata Yesus kepada mereka: Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Ketika orang banyak menemukan Yesus di  seberang laut itu, mereka berkata kepadaNya: Rabi, bilamana Engkau tiba  di sini? Yesus menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya  kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda,  melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang&#8230;.Kata Yesus kepada mereka: Akulah roti hidup;  barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa  percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi&#8230;Akulah roti hidup. Nenek  moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah  roti yang turun dari sorga: barangsiapa makan daripadanya, ia tidak  akan mati.&#8221; (Yohanes 6:25,26,35,48,49,50).</p>
<p><strong>Ada beberapa hal dari ayat-ayat diatas yang kita bisa pelajari. Yang pertama, adalah fakta bahwa yang mengenyangkan orang-orang bukan tanda-tanda tapi &#8220;makan&#8221; kehidupan Yesus sebagai roti hidup.<em> ALASAN MEREKA MENCARI YESUS ADALAH &#8220;MAKAN ROTI DAN KENYANG&#8221;&#8230;bukan tanda-tanda. </em>Beberapa  kali kitab-kitab Injil menceritakan bahwa orang-orang melihat  tanda-tanda yang Yesus adakan lalu mereka percaya. Tapi percaya berbeda  dengan kenyang. Meski kitab Ibrani 1:4 menulis bahwa maksud tanda,  mujizat, dan berbagai penyataan kekuasaan dari Allah adalah peneguhan  kesaksian maka tetap saja tanda dan mujizat tidak pernah <em>dirancang </em>untuk  &#8220;mengenyangkan.&#8221;&#8230;termasuk tanda-tanda yang menyertai orang percaya  seperti yang disebutkan di dalam Injil Markus 16:17-18. </strong></p>
<p><strong>Hal yang patut  diperhatikan, yaitu ketidakseimbangan dan dis-orientasi.  Ketidakseimbangannya terletak pada eforia mengejar pelayanan yang  ber&#8221;tanda-tanda&#8221; tapi melupakan faktor &#8220;kenyang&#8221;-nya jiwa-jiwa.  Orientasi dan tujuan terjauhnya semestinya adalah &#8220;kenyang makan hidup  Yesus, sang Roti Hidup&#8221;&#8230;artinya menyatunya  hidup kita dengan hidupNya..mempersekutukan diri kita dengan diriNya  adalah pengejaran yang utama! Mengejar kesehatian dengan diriNya dan  kehendakNya&#8230;menyatu dengan tujuan dan misi KerajaanNya! Jika  tidak demikian maka buah dari pelayanan kita adalah para kerdil rohani  yang haus tanda seperti golongan Saduki tapi tidak beranjak dewasa.  Hanya menjadi bayi-bayi rohani yang senang dan terbius oleh berita:  sembuh, kaya, sukses, terlepas, dan &#8220;tanda-tanda&#8221; lainnya. &#8220;Aku di dalam  kamu dan kamu di dalam Aku&#8221; merupakan esensi. &#8220;Makan&#8221; pikiranNya, perasaanNya, kemauanNya dan pribadiNya.Raihlah keseimbangan&#8230;peneguhan berita oleh tanda-tanda tetapi juga menjadi kenyang dengan hidupNya.</strong><br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>Hal kedua yang bisa kita pelajari adalah keteladanan dari cara Yesus melayani.  Meskipun Dia membuat tanda-tanda namun Dia tetap konsisten memberi  diriNya lebih dari sekedar kuasa dan karismaNya&#8230;Dia tetap lantang  mengatakan &#8220;makan Roti Hidup..AKULAH roti hidup itu&#8230;.Kata &#8220;Akulah&#8221; berarti keseluruhan dari diriNya!  Selalu tidak pernah cukup jika kita hanya memberi kotbah kita, karunia  kita dan acara kebaktian kita. Yesus menjadi model pelayanan kita yang  memberi keseluruhan diri. </strong></p>
<p><strong>Paulus juga berkata &#8220;Demikianlah kami, dalam  kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.&#8221; (I Tes 2:8).Yang menarik, Paulus mengatakan&#8221;dalam kasih sayang yang besar&#8221; dan &#8220;kamu telah kami kasihi&#8221;&#8230;jadi membagi kehidupan kita merupakan hasil dari cinta kasih kita! </strong></p>
<p><strong>Pertanyaannya adalah: seberapa kasih kita untuk melayani orang-orang yang Tuhan percayakan pada kita? Semoga carut marutnya konsep pelayanan hari ini menyadarkan kita untuk benahi diri dan kembali kepada esensi melayani. Marilah kita belajar memberi seluruh hidup dan cinta kita lebih dari sekedar kotbah dan karunia kita. Biarlah hidup Yesus di dalam hidup kita mengenyangkan mereka!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.corneliuswing.com/makan-yesus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Spiritual Health</title>
		<link>http://www.corneliuswing.com/spiritual-health/</link>
		<comments>http://www.corneliuswing.com/spiritual-health/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 15:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arnold</dc:creator>
				<category><![CDATA[Various Contents]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.corneliuswing.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Spiritual Health Can’t Happen without Being God-Centered Steven Macchia’s survey used a scale with rankings of 1 (lowest) to 9 (highest). Notice the common thread in the five top-ranking values: 8.84   Reliance upon God’s power and authority of his Word 8.78   God’s empowering presence 8.71   Pervasive prayerfulness 8.43   God-exalting worship 8.31   Spiritual disciplines 8.21   Learning [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Spiritual Health Can’t Happen without Being God-Centered</strong></p>
<p>Steven Macchia’s survey used a scale with rankings of 1 (lowest) to 9 (highest). Notice the common thread in the five top-ranking values:</p>
<p>8.84   Reliance upon God’s power and authority of his Word</p>
<p>8.78   God’s empowering presence</p>
<p>8.71   Pervasive prayerfulness</p>
<p>8.43   God-exalting worship</p>
<p>8.31   Spiritual disciplines</p>
<p>8.21   Learning and growing in community</p>
<p>8.19   Commitment to loving and caring relationships</p>
<p>8.02   Development of servant-leadership</p>
<p>7.90   Outward focus</p>
<p>7.56   Wise administration and accountability</p>
<p>7.03   Networking within the body of Christ</p>
<p>6.94   Stewardship and accountability</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.corneliuswing.com/spiritual-health/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Berita, Salah Pengaruh</title>
		<link>http://www.corneliuswing.com/salah-berita-salah-influence/</link>
		<comments>http://www.corneliuswing.com/salah-berita-salah-influence/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 03:58:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arnold</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh berita Kerajaan solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.corneliuswing.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Jika semua berita Yesus adalah tentang Kerajaan Allah betapa mengenaskan bila ternyata berita kita tentang hal-hal yang lain. Jika berita kita keliru maka influence/pengaruhnya juga keliru. Kata &#8220;kerajaan&#8221; mempunyai pengertian &#8220;pemerintahan yang berdaulat, otoritas sebagai raja&#8221;. Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah. Bahkan Dia sendirilah kerajaan (Auto Basileia). Jika Allah memerintah maka segala sesuatunya berubah. Diluar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika semua berita Yesus adalah tentang Kerajaan Allah betapa mengenaskan bila ternyata berita kita tentang hal-hal yang lain. Jika berita kita keliru maka influence/pengaruhnya juga keliru.</p>
<p>Kata &#8220;kerajaan&#8221; mempunyai pengertian &#8220;pemerintahan yang berdaulat, otoritas sebagai raja&#8221;. Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah. Bahkan Dia sendirilah kerajaan (Auto Basileia). <strong>Jika Allah memerintah maka segala sesuatunya berubah. Diluar pemerintahan Tuhan berarti kekacauan. Perbuatan-perbuatan kita yang salah disebabkan tidak menerima pemerintahan Allah&#8230;tidak menerima pengaturannya dalam hidup kita.</strong></p>
<p>Ungkapan &#8220;Bertobatlah Kerajaan Allah sudah dekat&#8221; bukan berarti sekedar bertobat dari dosa-dosa moral supaya menjadi saleh dan masuk surga melainkan <strong>menyerahkan segenap diri masuk dan menerima pemerintahan Allah</strong>. Alasan pertobatan adalah Kerajaan. Kelahiran baru kitapun bertujuan membawa kita masuk ke dalam kerajaanNya (Yoh 3:3). &#8220;&#8230;..Bagi Dia yang mengasihi kita, dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan&#8230;..&#8221; (Wahyu 1:5-6). Sasaran akhir penebusan adalah menjadikan kita suatu kerajaan.</p>
<p>Berita pada awal, sepanjang, sampai akhir pelayananNya, berpusat pada berita Kerajaan (Mat 4:17, Kis 1:3). Berita Yohanes Pembaptis juga berita kerajaan. Bahkan Paulus pun berusaha meyakinkan orang-orang tentang Kerajaan Allah (Kis 19:8). Apa berita kita? Sekedar menciptakan daya tarik pribadi bagi pendengar karena berita yang emosional dan menyentuh kebutuhan ? Dari sudut pandang manusia dengan segala kebutuhannya atau dari sudut pandang Allah? Bertitik awal dari dosa, kegelisahan dan kesedihan manusia atau bertitik tolak kepada berita yang mengembalikan kita kepada pemerintahan kerajaanNya?</p>
<p>Kita diutus untuk memberitakan Kerajaan Allah (Luk 9:2)&#8230;bukan yang lain! Yang lain hanyalah tambahannya. Mencari Kerajaan Nya dahulu, baru semuanya ditambahkan kepadamu (Mat 6:33). Solusi Tuhan Yesus bagi kekalutan dan penderitaan masyarakat Yahudi, di bawah penjajahan kekaisaran Romawi pada waktu itu, adalah &#8220;Kerajaan Allah sudah dekat.&#8221; <strong>Solusi seluruh problema kehidupan adalah datang kepada Kerajaan Allah.</strong></p>
<p><strong>Apa berita kita?</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.corneliuswing.com/salah-berita-salah-influence/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

