Memberi untuk Mendapatkan, Alkitabiahkah?
Jarang sekali hamba Tuhan yang mempermasalahkannya sehingga “memberi untuk mendapatkan” ini dianggap sebagai suatu kebenaran yang mutlak. Kebanyakan umat Tuhan akhirnya menganggap bahwa memang inilah yang dikatakan firman Tuhan mengenai “memberi”. Tanpa mereka sadari, perhatian dan konsentrasi mereka mulai diarahkan pada konsep yang tidak benar. Konsep mereka hanyalah diarahkan pada hukum “memberi untuk menerima” atau seringkali disebut hukum “tabur-tuai” dengan tujuan untuk memuaskan keinginan mereka. Hukum ini memang tidak salah, jika motivasi utamanya adalah keinginan untuk memuliakan nama Tuhan. Sayangnya, umat Tuhan banyak yang sering kali menerapkan kebenaran ini dengan berfokus pada kepentingan...
Kepemimpinan Gaya Dunia di dalam Gereja
Semakin modern dan canggih kepemimpinan kita, makin besar kecenderungan kita untuk mengambil filosofi dunia dalam manajemen dasar untuk menyelesaikan pekerjaan Kerajaan Allah. Seolah-olah kita yakin, jauh di lubuk hati, bahwa pengajaran Kristus mengenai kepemimpinan pelayan sudah ketinggalan zaman, sebaiknya ditinggalkan pada jalanan Galilea yang berdebu dengan gerobak yang ditarik lembu. Bagaimana kepemimpinan seperti itu diterapkan pada masa sekarang yang sibuk dan penuh tekanan? Sekalipun demikian, Rasul Paulus memberi peringatan terhadap kecenderungan ini: “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus” (Kolose 2:8). Judul...
Bahaya di balik KeKristenan yang Materialistis
Singkatnya, pesan kemakmuran menjanjikan bahwa orang Kristen harus berharap mendapatkan kesehatan, kekayaan, kesuksesan, kebahagiaan dan kepuasan diri sendiri- bukan hanya di sorga yang akan datang, namun juga di dunia. Kendati hanya pengajar paham kemakmuran yang paling menyolok dalam menyebarkan ajaran bahwa, Tuhan ingin Anda menjadi kaya, berbagai ragam pesan yang terselubung ini telah dipropagandakan habis- habisan selama beberapa abad terakhir, dan telah merembes masuk ke dalam hati dan pikiran banyak orang Kristen yang tidak mau menganggap diri mereka sendiri penganjur injil kemakmuran. Banyak orang-orang Kristen yang sungguh-sungguh ini seharusnya berpusat pada Firman Tuhan, persekutuan berdasarkan pemahaman yang serius akan Logos, Firman...
Kejatuhan dan Kasih Karunia Allah
Bila orang-orang mendengar bahwa kita telah diampuni atas semua dosa-dosa kita, mereka bertanya, “Yah, kalau Tuhan sudah mengampuni semua dosa saya, dan kalau dosa yang belum saya lakukan juga sudah diperhatikan, mengapa saya berusaha keras untuk tidak berbuat dosa?” Sebenarnya, pertanyaan ini mempunyai banyak hal yang baik. Tuhan tidak pernah resah atau khawatir apakah kita akan jatuh lagi ke dalam dosa. Ketika Paulus menyinggung juga tentang pertanyaan yang serupa, ia menyatakan secara tidak langsung bahwa agaknya kita bodoh jika kita mengira seseorang yang mati terhadap dosa masih tetap hidup di dalam dosa. Ia tidak berkata, “Oh, hati-hati! Itu berbahaya. Kamu lebih baik berusaha keras supaya tidak jatuh lagi ke dalam dosa.” Tidak. Ia...
Gaya Kepemimpinan Kita
Kepemimpinan dan manajemen gereja akan tiba pada titik jenuh, seperti yang dikatakan Kouzes dan Posner dalam bukunya The Leadership Challenge. Just about everything we have been taught about traditional management prevents us from being effective leaders. And just about every popular notion about leadership is a myth. (Hampir di dalam segala sesuatu kita telah menerima pengajaran bahwa manajemen tradisional menghalangi kita menjadi pemimpin-pemimpin yang efektif. Dan hampir setiap pemikiran popular tentang kepemimpinan merupakan sebuah mitos). Akibatnya, pemimpin-pemimpin gereja akan cenderung menjalankan kepemimpinan dan manajemen gereja berdasarkan selera pribadi. James Carter dalam tulisannya yang berjudul How Effective is Your Leadership Styles menyebutkan...
Gereja Lokal
etelah membaca Alkitab, kita menjadi jelas, bahwa gereja tunggal terbagi menjadi gereja-gereja, tak lain karena adanya perbedaan lokal. Dengan perbedaan lokal inilah Allah membagi gereja tunggal itu menjadi banyak gereja. Jadi mendirikan gereja menurut lokal adalah satu-satunya dalam Alkitab, dan itu pun adalah alasan satu-satunya yang diperkenan Alkitab. Bagaimanakah cara memisahkan gereja-gereja dalam Alkitab? Misalkan pada kitab Wahyu pasal 2 dan 3, ada gereja di Efesus, gereja di Smirna, gereja di Pergamus, gereja di Tiatira, gereja di Sardis, gereja di Filadelfia dan gereja di Laodikia. Mereka terbagi menjadi tujuh gereja karena perbedaan lokal (berbedanya tempat tinggal kaum imani). Jadi gereja- gereja itu terpisah karena perbedaan lokasi. Efesus, …...












